15 Januari 2026 – (Rira Angela Damanik) Kondisi cuaca di Indonesia dalam beberapa hari terakhir menunjukkan peningkatan intensitas hujan yang signifikan, khususnya di wilayah Jawa Tengah, Banten, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan. Beberapa daerah mengalami curah hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem, dengan rincian curah hujan di beberapa wilayah sebagai berikut:
- Jawa Tengah: 188.4 mm/hari
- Banten: 90.2 mm/hari
- Jawa Barat: 89.0 mm/hari
- Sumatera Selatan: 50.6 mm/hari
Kejadian cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah sirkulasi siklonik yang berada di selatan Nusa Tenggara Barat dan berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S. Selain itu, aktifnya monsun dingin Asia juga turut mempercepat pergerakan massa udara lembap dari Laut Cina Selatan menuju Pulau Jawa. Kedua faktor ini mengarah pada pembentukan daerah konvergensi yang memperkuat pertumbuhan awan hujan intensif di wilayah selatan Indonesia, terutama di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.
Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sepekan ke depan, pengaruh dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal akan tetap signifikan terhadap kondisi cuaca Indonesia. Fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) yang menguat pada fase negatif mengindikasikan La Niña lemah, yang berpotensi meningkatkan pasokan uap air untuk pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia. Suhu muka laut yang hangat di perairan Indonesia juga turut mendukung kondisi ini.
Aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) diprakirakan akan aktif melintasi wilayah Laut Maluku, Maluku Utara, Laut Halmahera, Perairan utara Maluku Utara – Papua, dan Pesisir Utara Papua, yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut. Selain itu, gelombang ekuator yang aktif juga memperkuat proses konvektif di beberapa wilayah Indonesia.
Siklon Tropis Nokaen yang berada di Laut Filipina diperkirakan akan menguat dan berpengaruh terhadap pola angin di wilayah utara Indonesia bagian Timur. Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 96S yang bergerak ke arah barat daya turut memengaruhi pola angin, termasuk daerah konvergensi yang membentang dari Pesisir barat Sumatera hingga Papua Barat. Kondisi ini berpotensi memperkuat hujan intensif di sepanjang daerah tersebut.
Potensi Cuaca Ekstrem
Pada periode 16–18 Januari 2026, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat diperkirakan akan melanda sejumlah wilayah. Potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang perlu diwaspadai di beberapa daerah, termasuk Sumatera Selatan, Bengkulu, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, NTB, dan Maluku.
- Siaga (Hujan lebat – sangat lebat): Sumatera Selatan, Bengkulu, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, dan Maluku.
- Angin Kencang: Kep. Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Papua Barat, dan Papua Tengah.
Pada periode 19–22 Januari 2026, cuaca akan didominasi oleh hujan ringan hingga lebat, dengan potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah-wilayah seperti Jawa Barat, Jawa Timur, NTT, Sulawesi Selatan, dan beberapa wilayah di Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
- Siaga (Hujan lebat – sangat lebat): Jawa Barat, Jawa Timur, NTT, Sulawesi Selatan.
- Angin Kencang: Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua.
Imbauan BMKG
BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi. Masyarakat diharapkan memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG seperti website www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg. BMKG juga menyediakan layanan informasi cuaca melalui aplikasi Digital Weather for Traffic yang dapat membantu pengguna dalam merencanakan perjalanan dengan lebih aman.
Sumber : Direktorat Meteorologi Publik BMKG









