Pimpinan MPR Kecam Serangan Sipil, Minta Negara OKI Waspada

Kamis, 5 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, mengecam serangan terhadap target sipil dan fasilitas ekonomi di kawasan Timur Tengah. Ia juga mengingatkan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan skenario adu domba yang dapat memperluas konflik di kawasan.

Hidayat menyoroti sejumlah serangan yang terjadi, termasuk terhadap fasilitas ekonomi di Arab Saudi dan Qatar, seperti kilang Ras Tanura milik Saudi Aramco serta fasilitas produksi LNG milik QatarEnergy. Selain itu, ia juga menyinggung serangan terhadap objek sipil di Iran, termasuk sekolah perempuan di Minab dan Rumah Sakit Gandhi di Teheran.

Menurutnya, pola serangan terhadap target sipil maupun objek ekonomi nonmiliter merupakan tindakan yang harus diwaspadai karena berpotensi memperluas konflik. Ia menyatakan bahwa serangan semacam itu melanggar hukum internasional dan tidak sejalan dengan prinsip dalam Piagam PBB, Statuta OKI, maupun ajaran Islam.

Baca Juga :  Ibadah Syukur Tahun Baru 2026 Perkuat Kebersamaan di Kabupaten Malinau

Hidayat juga menyoroti kemungkinan adanya operasi “false flag” atau bendera palsu yang dapat memicu keterlibatan negara-negara lain dalam konflik. Oleh karena itu, ia meminta negara-negara anggota OKI di kawasan Teluk untuk meningkatkan kewaspadaan agar tidak terseret dalam perang terbuka yang dapat memecah persatuan di antara mereka.

Selain itu, ia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan OKI untuk mengambil langkah tegas guna menghentikan eskalasi konflik serta menjatuhkan sanksi terhadap pihak yang terbukti menyerang target sipil dan nonmiliter.

Baca Juga :  Gunung Marapi Erupsi, Abu Vulkanik Mencapai 1,6 Kilometer

Hidayat menilai konflik yang terus meningkat berpotensi menimbulkan lebih banyak korban dari kalangan masyarakat sipil serta merusak fasilitas ekonomi penting di kawasan. Ia juga mengingatkan bahwa perpecahan di antara negara-negara OKI dapat menguntungkan agenda ekspansi yang disebut sebagai proyek “Israel Raya”, yang dinilai dapat mengancam kedaulatan negara-negara di Timur Tengah.

Lebih lanjut, ia mendorong Sekretariat Jenderal OKI untuk segera menggelar konferensi tingkat tinggi luar biasa guna meredakan ketegangan dan memperkuat solidaritas di antara negara anggota.

Menurutnya, kerja sama dan persatuan di antara negara-negara OKI sangat penting untuk menjaga stabilitas kawasan sekaligus mendukung upaya perlindungan terhadap Masjid Al-Aqsa serta perjuangan kemerdekaan Palestina.

Berita Terkait

Pemerintah Mulai Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng Jelang Lebaran
Insentif Konversi Motor dan Harga BBM Bersubsidi Jadi Sorotan Ekonomi
Gunung Marapi Erupsi, Abu Vulkanik Mencapai 1,6 Kilometer
Pegadaian Kelola 141 Ton Emas hingga 2025
Harga Minyak Dunia Berpotensi Naik hingga 130 Dolar AS per Barel
Gibran Dorong Guru dan Orang Tua Kuasai AI di Era Transformasi Digital
Pembaruan Terkini Genangan di DKI Jakarta – 26 Januari 2026 Pukul 03:00 WIB
Prospek Cuaca Mingguan Periode 16–22 Januari 2026: Bibit Siklon Tropis Perkuat Konvergensi di Selatan Indonesia, Waspada Potensi Cuaca Ekstrem

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 10:21

Pemerintah Mulai Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng Jelang Lebaran

Selasa, 10 Maret 2026 - 13:46

Insentif Konversi Motor dan Harga BBM Bersubsidi Jadi Sorotan Ekonomi

Senin, 9 Maret 2026 - 15:22

Gunung Marapi Erupsi, Abu Vulkanik Mencapai 1,6 Kilometer

Sabtu, 7 Maret 2026 - 12:29

Pegadaian Kelola 141 Ton Emas hingga 2025

Jumat, 6 Maret 2026 - 12:16

Harga Minyak Dunia Berpotensi Naik hingga 130 Dolar AS per Barel

Berita Terbaru

Nasional

Pegadaian Kelola 141 Ton Emas hingga 2025

Sabtu, 7 Mar 2026 - 12:29