Jakarta – Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, mengecam serangan terhadap target sipil dan fasilitas ekonomi di kawasan Timur Tengah. Ia juga mengingatkan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan skenario adu domba yang dapat memperluas konflik di kawasan.
Hidayat menyoroti sejumlah serangan yang terjadi, termasuk terhadap fasilitas ekonomi di Arab Saudi dan Qatar, seperti kilang Ras Tanura milik Saudi Aramco serta fasilitas produksi LNG milik QatarEnergy. Selain itu, ia juga menyinggung serangan terhadap objek sipil di Iran, termasuk sekolah perempuan di Minab dan Rumah Sakit Gandhi di Teheran.
Menurutnya, pola serangan terhadap target sipil maupun objek ekonomi nonmiliter merupakan tindakan yang harus diwaspadai karena berpotensi memperluas konflik. Ia menyatakan bahwa serangan semacam itu melanggar hukum internasional dan tidak sejalan dengan prinsip dalam Piagam PBB, Statuta OKI, maupun ajaran Islam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hidayat juga menyoroti kemungkinan adanya operasi “false flag” atau bendera palsu yang dapat memicu keterlibatan negara-negara lain dalam konflik. Oleh karena itu, ia meminta negara-negara anggota OKI di kawasan Teluk untuk meningkatkan kewaspadaan agar tidak terseret dalam perang terbuka yang dapat memecah persatuan di antara mereka.
Selain itu, ia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan OKI untuk mengambil langkah tegas guna menghentikan eskalasi konflik serta menjatuhkan sanksi terhadap pihak yang terbukti menyerang target sipil dan nonmiliter.
Hidayat menilai konflik yang terus meningkat berpotensi menimbulkan lebih banyak korban dari kalangan masyarakat sipil serta merusak fasilitas ekonomi penting di kawasan. Ia juga mengingatkan bahwa perpecahan di antara negara-negara OKI dapat menguntungkan agenda ekspansi yang disebut sebagai proyek “Israel Raya”, yang dinilai dapat mengancam kedaulatan negara-negara di Timur Tengah.
Lebih lanjut, ia mendorong Sekretariat Jenderal OKI untuk segera menggelar konferensi tingkat tinggi luar biasa guna meredakan ketegangan dan memperkuat solidaritas di antara negara anggota.
Menurutnya, kerja sama dan persatuan di antara negara-negara OKI sangat penting untuk menjaga stabilitas kawasan sekaligus mendukung upaya perlindungan terhadap Masjid Al-Aqsa serta perjuangan kemerdekaan Palestina.









