Jakarta – Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) mulai menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada masyarakat berpenghasilan rendah menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Program ini bertujuan untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus menjaga daya beli menjelang Lebaran.
Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas, Rachmi Widiriani, mengatakan penyaluran bantuan sudah mulai dilakukan kepada masyarakat yang terdaftar sebagai keluarga penerima manfaat (KPM). Hingga 9 Maret, bantuan yang telah tersalurkan mencapai 68.540 kilogram beras dan 13.708 liter minyak goreng kepada 3.427 KPM.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dengan target total 33,2 juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia. Pemerintah juga berupaya mempercepat proses distribusi, terutama karena Idul Fitri diperkirakan akan tiba sekitar 10–11 hari ke depan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rachmi menegaskan Bapanas bersama Perum Bulog menjalankan program ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman agar bantuan pangan dapat segera dirasakan oleh masyarakat menjelang perayaan Lebaran.
Sejumlah provinsi yang sudah memulai penyaluran bantuan antara lain Sumatera Utara, Jawa Timur, Bali, Jambi, Banten, dan Sulawesi Selatan. Bapanas juga mendorong Bulog di berbagai daerah untuk segera menyalurkan bantuan serupa.
Sementara itu, Kepala Bapanas yang juga menjabat Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan seluruh persiapan program bantuan pangan telah selesai dan siap didistribusikan. Ia menegaskan pemerintah akan bergerak cepat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Program bantuan beras dan minyak goreng ini didukung anggaran sebesar Rp11,92 triliun yang dialokasikan untuk 33,2 juta penerima di seluruh Indonesia. Provinsi dengan jumlah penerima terbesar antara lain Jawa Barat sekitar 6,09 juta penerima, Jawa Timur 5,63 juta penerima, Jawa Tengah 5,07 juta penerima, Sumatera Utara 1,75 juta penerima, serta Banten sekitar 1,29 juta penerima.
Setiap penerima bantuan akan memperoleh 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Untuk penyaluran dua bulan sekaligus, Bulog menyiapkan stok sekitar 664,8 ribu ton beras dan 132,9 ribu kiloliter minyak goreng.









