10 Maret 2026 – Berbagai isu ekonomi mencuat pada Senin, 9 Maret 2026, mulai dari insentif konversi motor bensin menjadi listrik hingga kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Bahlil Umumkan Insentif Konversi Motor Bensin ke Listrik
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemerintah akan memberikan insentif untuk program konversi motor bensin menjadi motor listrik. Hal ini sejalan dengan upaya Kementerian ESDM dalam mendukung transisi energi yang lebih ramah lingkungan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Negara pasti akan hadir dan mendukung masyarakat yang mengonversi motor bensin ke motor listrik. Akan ada semacam insentif untuk mempermudah proses tersebut,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada Senin.
Harga Minyak Tembus 118 Dolar AS, Bahlil Percepat Penerapan Etanol ke BBM
Menyikapi lonjakan harga minyak dunia yang kini melampaui 118 dolar AS per barel, Bahlil juga menekankan perlunya percepatan kebijakan mandatori campuran bioetanol dalam bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, campuran bioetanol akan membuat harga BBM lebih terjangkau, terutama jika harga minyak fosil terus meroket.
“Jika harga minyak fosil terus naik di atas 100 dolar AS per barel, penggunaan campuran etanol akan membuat harga BBM menjadi lebih murah,” kata Bahlil di Kantor ESDM.
Bursa Efek Indonesia Sesuaikan Timeline Free Float 15% Karena Libur Lebaran
Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Penjabat Sementara Direktur Utama Jeffrey Hendrik mengumumkan bahwa mereka akan menyesuaikan jadwal penerapan ketentuan minimum free float sebesar 15 persen. Penyesuaian ini dilakukan mengingat banyaknya hari libur di Bursa untuk memperingati Idul Fitri 1447 Hijriah.
Jeffrey juga menyampaikan bahwa draft ketentuan tersebut masih dalam tahap diskusi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang nantinya akan memberikan persetujuan terhadap aturan tersebut.
Menkeu: Ekonomi RI Masih Ekspansif Meski IHSG dan Rupiah Melemah
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah dengan menegaskan bahwa perekonomian Indonesia tetap ekspansif. Ia meminta masyarakat untuk tidak khawatir, mengingat daya beli yang masih terjaga dengan baik.
“Ekonomi Indonesia masih dalam fase ekspansi. Tidak ada tanda-tanda krisis atau resesi. Kami terus menjaga agar perekonomian tetap akselerasi dalam beberapa minggu ke depan,” kata Purbaya di Jakarta.
Pemerintah Belum Berencana Naikkan Harga BBM Subsidi
Purbaya juga menegaskan bahwa pemerintah belum berencana untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi meskipun harga minyak dunia terus meningkat akibat konflik internasional, khususnya antara Amerika Serikat dan Iran.
“Sampai saat ini, belum ada kebijakan untuk menaikkan harga BBM subsidi. Kebijakan tersebut masih tetap pada harga yang ada sekarang,” ujar Purbaya di Jakarta.
Berbagai kebijakan ini menjadi perhatian masyarakat, terutama terkait insentif motor listrik dan kebijakan harga energi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.









