Jakarta – Pakar energi dari Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti, menilai harga minyak dunia masih berpotensi melonjak hingga mencapai 130 dolar AS per barel apabila konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran semakin memanas.
Menurut Yayan, penurunan harga minyak yang terjadi belakangan ini dipicu oleh langkah Amerika Serikat yang menambah pasokan minyak ke pasar global. Namun, ia menilai kondisi tersebut hanya bersifat sementara dan tidak akan bertahan lama.
Sebelumnya, harga minyak mentah jenis Brent sempat menyentuh 118 dolar AS per barel, yang merupakan level tertinggi sejak Juni 2022. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, ketika Brent berada di kisaran 64 dolar AS per barel dan minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) sekitar 57,87 dolar AS per barel.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada Selasa, harga minyak dunia sempat turun ke kisaran 80–85 dolar AS per barel setelah negara-negara anggota G7 membahas kemungkinan pelepasan cadangan minyak secara bersama-sama untuk menekan lonjakan harga. Penurunan ini juga dipengaruhi oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut operasi militer terhadap Iran telah “very complete”.
Meski demikian, Iran menyatakan tidak akan menerima gencatan senjata sebelum pihak yang menyerang mereka diberi balasan agar tidak kembali melakukan tindakan militer. Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.
Yayan menilai eskalasi konflik dapat semakin meningkat, terutama jika Amerika Serikat benar-benar mengirimkan pasukan darat ke Iran. Menurutnya, langkah tersebut berpotensi merusak infrastruktur energi dan mengganggu rantai pasok minyak global dalam waktu yang tidak dapat dipastikan.
Ia juga menilai Amerika Serikat memiliki kepentingan strategis untuk menggeser sebagian pasar minyak Timur Tengah ke Amerika Serikat, sekitar 20 persen, dengan tujuan menekan harga minyak pada pertengahan hingga akhir 2026. Harga minyak yang lebih rendah nantinya dapat membuat biaya rantai pasok di Amerika Serikat menjadi lebih murah dan efisien.
Jika kamu mau, saya juga bisa membuat versi yang lebih singkat (seperti ringkasan berita 1 paragraf) atau versi yang sudah diparafrase agar tidak mirip dengan berita asli.









