Pegadaian Kelola 141 Ton Emas hingga 2025

- Jurnalis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 12:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – PT Pegadaian melaporkan telah mengelola sekitar 141 ton emas hingga tahun 2025 yang berasal dari berbagai produk dan layanan perusahaan. Jumlah tersebut mencakup beberapa jenis layanan bullion seperti titipan emas, pinjaman modal kerja emas, bullion trading, hingga tabungan emas masyarakat.

Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menjelaskan bahwa pengelolaan emas tersebut terdiri dari deposito emas sebesar 2,25 ton, pinjaman modal kerja emas sekitar 320 kilogram, bullion trading sebanyak 15,07 ton, serta titipan emas mencapai 3,7 ton.

Menurut Damar, jumlah tersebut menjadi modal penting bagi Pegadaian dalam mendukung pengembangan ekosistem bank emas atau bullion bank di Indonesia. Selain itu, tabungan emas masyarakat yang dikelola Pegadaian juga tercatat mencapai 19,2 ton dari sekitar 5,6 juta nasabah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tabungan emas menjadi salah satu instrumen investasi yang semakin diminati karena dapat diakses dengan nominal kecil. Untuk memperluas akses tersebut, Pegadaian meluncurkan aplikasi digital bernama Tring pada Oktober 2025. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat mulai menabung emas dengan nominal mulai dari Rp10.000.

Baca Juga :  Exploring Bandung's Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall

Hingga akhir 2025, aplikasi tersebut telah digunakan oleh sekitar 4,8 juta pengguna dengan total transaksi mencapai 21,2 juta transaksi. Dari aktivitas tersebut tercatat transaksi emas sekitar 4,8 ton atau setara dengan sekitar 50 persen dari total penjualan emas Pegadaian.

Ke depan, Pegadaian menargetkan peningkatan sertifikasi internasional bagi produk emasnya. Penguatan ekosistem bullion bank juga akan didukung dengan pembentukan Indonesia Bullion Market Association (IBMA) yang melibatkan sekitar 11 perusahaan di industri emas nasional dan ditargetkan resmi pada Juni 2026.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa jumlah nasabah bank emas mengalami peningkatan signifikan dalam satu tahun terakhir, dari sekitar 3,2 juta orang pada Februari 2025 menjadi 5,7 juta orang saat ini.

Baca Juga :  Prospek Cuaca Mingguan Periode 16–22 Januari 2026: Bibit Siklon Tropis Perkuat Konvergensi di Selatan Indonesia, Waspada Potensi Cuaca Ekstrem

Program bank emas sendiri sebelumnya diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025, dengan PT Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai dua lembaga keuangan pertama yang memperoleh izin untuk menjalankan layanan tersebut.

Airlangga juga menyebut nilai emas yang digadaikan di Pegadaian meningkat menjadi sekitar 144,7 ton dari sebelumnya 94 ton. Selain itu, jumlah emas yang dimanfaatkan sebagai pinjaman juga naik sebesar 38,5 ton dengan nilai sekitar Rp102 triliun. Di BSI, jumlah emas yang dikelola juga meningkat hingga mencapai sekitar 22 ton.

Ia menambahkan bahwa meningkatnya minat masyarakat terhadap emas turut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi inflasi. Saat peluncuran bank emas, harga emas masih berada di kisaran 3.000 dolar AS per troy ounce, sedangkan saat ini telah meningkat hingga sekitar 5.000 dolar AS per troy ounce.

Follow WhatsApp Channel aktualnusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Mulai Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng Jelang Lebaran
Insentif Konversi Motor dan Harga BBM Bersubsidi Jadi Sorotan Ekonomi
Gunung Marapi Erupsi, Abu Vulkanik Mencapai 1,6 Kilometer
Harga Minyak Dunia Berpotensi Naik hingga 130 Dolar AS per Barel
Pimpinan MPR Kecam Serangan Sipil, Minta Negara OKI Waspada
Gibran Dorong Guru dan Orang Tua Kuasai AI di Era Transformasi Digital
Pembaruan Terkini Genangan di DKI Jakarta – 26 Januari 2026 Pukul 03:00 WIB
Prospek Cuaca Mingguan Periode 16–22 Januari 2026: Bibit Siklon Tropis Perkuat Konvergensi di Selatan Indonesia, Waspada Potensi Cuaca Ekstrem
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 10:21 WIB

Pemerintah Mulai Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng Jelang Lebaran

Selasa, 10 Maret 2026 - 13:46 WIB

Insentif Konversi Motor dan Harga BBM Bersubsidi Jadi Sorotan Ekonomi

Senin, 9 Maret 2026 - 15:22 WIB

Gunung Marapi Erupsi, Abu Vulkanik Mencapai 1,6 Kilometer

Sabtu, 7 Maret 2026 - 12:29 WIB

Pegadaian Kelola 141 Ton Emas hingga 2025

Jumat, 6 Maret 2026 - 12:16 WIB

Harga Minyak Dunia Berpotensi Naik hingga 130 Dolar AS per Barel

Berita Terbaru

Nasional

Gunung Marapi Erupsi, Abu Vulkanik Mencapai 1,6 Kilometer

Senin, 9 Mar 2026 - 15:22 WIB

Nasional

Pegadaian Kelola 141 Ton Emas hingga 2025

Sabtu, 7 Mar 2026 - 12:29 WIB