Malinau – Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing, khususnya di wilayah perbatasan.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada kegiatan malam ramah tamah bersama Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Republik Indonesia beserta rombongan, di Kabupaten Malinau, Kamis (5/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menjelaskan bahwa Kabupaten Malinau memiliki karakteristik wilayah yang luas dan strategis. Dengan luas wilayah sekitar 38 ribu kilometer persegi, jumlah penduduk sekitar 80 ribu jiwa, serta garis perbatasan lebih dari 500 kilometer yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Malinau menjadi daerah yang kaya akan keberagaman suku, agama, dan budaya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, keberagaman tersebut menjadi kekuatan yang harus terus dijaga. Salah satu cara paling efektif untuk memperkuat persatuan sekaligus meningkatkan daya saing bangsa adalah melalui pendidikan.
Bupati Wempi juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Malinau dalam menjamin akses pendidikan bagi seluruh anak melalui program wajib belajar dan pendidikan gratis. Program tersebut mencakup penyediaan berbagai perlengkapan sekolah seperti seragam, sepatu, tas, dan buku tanpa membedakan latar belakang ekonomi maupun status sosial.
Ia menekankan bahwa tidak boleh ada anak di Kabupaten Malinau yang gagal mengenyam pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi.
Selain memastikan akses pendidikan, pemerintah daerah juga berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan tenaga pendidik, peningkatan fasilitas pendidikan, serta pengembangan SDM melalui berbagai program beasiswa.
Program beasiswa tersebut memberikan kesempatan bagi putra-putri daerah untuk melanjutkan pendidikan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam mendukung pembangunan pendidikan. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan, terutama di wilayah perbatasan.
Ia berharap kunjungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dapat memperkuat kerja sama dalam pengembangan literasi, bahasa, dan pendidikan di Kabupaten Malinau.
Mengakhiri sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pembangunan pendidikan harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan guna mempersiapkan generasi Malinau yang mampu bersaing serta menjaga kedaulatan bangsa.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan dan literasi sebagai pilar utama pembangunan daerah menuju Malinau yang mandiri, tertib, makmur, dan unggul.









