Natal Bimas dan Guru Kristen Malinau Jadi Momentum Penguatan SDM
Malinau – Perayaan Natal dan ibadah syukur Bimas Kristen bersama Guru Pendidikan Agama Kristen Kabupaten Malinau berlangsung penuh sukacita di Gedung Gereja GKII Tanjung Belimbing, Jumat (27/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Malinau Wempi W. Mawa menyampaikan apresiasi kepada para guru agama Kristen atas peran penting mereka dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, guru sering disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa yang kerap terlupakan, sehingga perayaan Natal bersama para guru menjadi momen yang sangat berarti.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga mengajak para guru untuk terus menjadi terang dan garam di tengah masyarakat. Bupati menegaskan bahwa tugas guru agama tidak hanya mengajar, tetapi juga memberi teladan melalui sikap, perkataan, serta pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, ia menekankan bahwa pendidikan merupakan amanat konstitusi yang tercantum dalam UUD 1945 Pasal 31 dan Pasal 28C, yang menegaskan komitmen negara dalam menjamin hak pendidikan serta penguatan nilai iman dan ketakwaan. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia, baik dari sisi intelektual maupun spiritual, menjadi tanggung jawab bersama.
“Negara yang kuat adalah negara yang mempersiapkan sumber daya manusia unggul, tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan nilai moral yang baik,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati juga memaparkan sejumlah program prioritas Pemerintah Kabupaten Malinau dalam periode kedua kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Jakaria. Lima program inovasi tersebut meliputi Wajib Belajar Malinau Maju, Desa Sarjana, Milenial Mandiri, Program Pesat, dan Smart Government.
Program Wajib Belajar Malinau Maju bertujuan menjamin seluruh anak di Kabupaten Malinau, mulai dari tingkat TK hingga SMA/SMK, baik di sekolah negeri maupun swasta, memperoleh perlengkapan sekolah sehingga tidak ada anak yang putus sekolah karena keterbatasan biaya.
Sementara itu, melalui Program Desa Sarjana, pemerintah daerah memberikan kesempatan kepada putra-putri dari 109 desa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan pembiayaan penuh, termasuk biaya kuliah dan biaya hidup. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka diharapkan kembali mengabdi di desa asal masing-masing.
Program Milenial Mandiri difokuskan pada peningkatan keterampilan generasi muda serta membuka akses kerja dan dukungan permodalan. Adapun Program Pesat diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah melalui pengelolaan lahan produktif oleh Satgas Ketahanan Pangan. Sedangkan Smart Government bertujuan meningkatkan pelayanan publik berbasis teknologi.
Menutup sambutannya, Bupati berharap para guru agama Kristen dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun generasi Malinau yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing di masa depan.
Ia juga mengajak para guru untuk terus menjalankan tugas mulia dalam mendidik dan membimbing generasi muda demi terwujudnya Malinau yang semakin maju dan sejahtera.









